Senin, 28 Desember 2009

langkah baru

Mungkin banyak orang yang pernah merasakan apa yang saya rasakan sekarang ini, yaitu ketika harus melangkah pada suatu yang baru dan meninggalkan semua hal yang telah lama dimiliki. Pasti ada kegamangan yag sangat besar...mengenai kemampuan diri. Benarkah aku bisa? apakah aku mampu?
Sungguh tiba-tiba rasa percaya diri menjadi sedikit goyah...karena bayang-bayang ketakutan akan kegagalan. sembaritidak mampu meyakinkan diri, bahwa semua yang sudah dilewati harusnya menjadi pengalaman yang sangat berarti.
Pertanyaan-pertanyaan baru muncul dari dalam diri. Ya Allah.....bisakah aku?, sementara semua pengalaman selama ini selalu menyiratkan kegagalan?

sungguh...sampai sekarang aku selalu bertanya-tanya..mengapa? dan kenapa semua terjadi? awal yang manis, kemudian berakhir dengan tragis....bukan sesuatu yang indah untuk dikenang. bukan aku yang memulai, tapi...aku selalu terseret arus itu....selalu jadi orang pertama yang dianggap perlu disingkirkan.

Jadi....itu sudah takdir bukan...itulah ceteris paribusku. Sekarang menyikapinya bagaimana?
aku harus mengembalikan kepercayaan diri ini..bahwa aku mampu dan aku bisa. aku harus keluar dari kotak pemikiranku yang sempit. Aku harus berani mencoba hal-hal baru...agar terbuka semua kesempatan yang ada... Bisa...pasti bisa.....

Rabu, 09 Desember 2009

Filsafat dari eksplanasi ke understanding

Di awali oleh Rene Ducrates (1596 – 1650), dimana pada tahun 1644 mempublikasikan The Principles of Phylosophy sebagai dasar dari perspektif positivist dan post positivist, dimana ada perbedaan atau jarak antara ekternal dari obyek dan internal dari subyek, yang dikenal dengan Cartessian dualism. Cartessian dualism menyatakan ada perbedaan jelas antara dunia luar dan persepsi. Metode yang dikembangkan yang didasari pada perspektif ini adalah yang dikemanal dengan metode eksplanasi, menggunakan prinsip metode ilmiah dan penjelasan logis. dasar metode ini yang menjadikan ilmu-ilmu pengetahuan alam menjadi ilmu yang matang, dan paling tua. Pensdekatan eksplanasi ini juga diterapka dalam ilmu-ilmu di luar ilmu alam, antara lain ilmu sosial dan ilmu humaniora, berlangsung terus sampai abad ke 19.
Pada awalnya, ilmu-ilmu sosial menerapkan aturan yang sama dengan apa yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan alam. Tetapi pada perkembangannya, ternyata banyak fenomena sosial yang membutuhkan metode lain selain yang diterapkan dalam ilmu alam.

Metode itu yang dikenal dengan metode pemahaman atau understanding. Dimana pada metode ini, subyektivitas peneliti masuk sebagai bagian dalam mencari kebenaran, Kebenaran yang tidak bebas nilai, karena manusia memang mahluk unik yang selama hidupnya selalu menyerap pengalaman yang dimilikinya, untuk dimodifikasi dengan pengetahuan sebelumnya. Sehingga setiap manusia itu unik.

Apa itu Metode eksplanasi
Metode eksplanasi adalah metode yang dikembangkan oleh para filsuf sejak abad 16, yang dikenal dengan filsuf positivis. Dimana metode yang dikembangkan berdasarkan hasil pengamatan terhadap ilmu-ilmu alam.
Imu pengetahuan alam berbasis pada bagaimana menerangkan suatu fenomena alam melalui cara berpikir logis, empiris dan induktif. Dimana hukum-hukum alam bisa berlaku pada semua fenomena alam yang sama. Disini antara peneliti dan obyek yang diteliti tercipta jarak yang jelas, dan melihat sesuatu fenomena dari sisi obyektif. Tidak ada subyektifitas peneliti yang masuk, karena hal tersebut dianggap menimbulkan bias dari teori yang dicetuskan. Seperti yang disampaikan di awal tulisan ini, bagaimana Decrates mengemukakan yang disebut Cartessian Dualism.
Daam pencarian kebenaran, banyak tokoh yang pemikirannya sangat berperan dalam pengembangan ilmu-ilmu Alam. Karl Raimund Popper, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan terbuka terhadap kritik, dan dalam hal ini ilmu pengetahuan mempunyai kebenaran yang relatif, karena jika pada suatu masa, suatu pernyataan dinyatakan benar, jika dimasa berikutnya ada teori baru yang menolaknya, dan bisa dibuktikan kebenarannya, pernytaaan tersbut menjadi salah. Jadi ada kemungkinan untuk salah dalam teori empiris. Metodenya dikenal dengan prinsip falsifikasi.
Adalah seorang Carl gustav Hempel, yang memberikan suatu pemikiran mengenai bagaimana melakukan penjelasan ilmu pengetahuan. dalam hal ini Hempel mengemukakan mengenai Ilmu sebagai suatu sistem penjelasan. Fenomena alam mempunyai prinsip pemersatu, dimana pada dasarnya dunia ini merupakan suatu sistem yang teratur (dunia kosmos) bukan dunia khaos. Unsur tersebut dilihat sebagai logos atau prinsip dasar alam raya. Jadi Pada dasarnya tugas ilmu pengetahuan adalah memberikan penjelasan stentang dunia, dimana setiap fenomena alam mempunyai penjelasan logis.. Hempel mengemukakan suatu struktur penjelasan(eksplanasi) sebab akibat dalam mencari kebenaran fenomena alam. Disini setiap penjelasan fenomena alam melalui struktur eksplanan dan ekspalandum, yang didasari pada prinsip deduksi, dimana mencari suatu universalitas teradap fenomena yang diteliti.
Dalam membuat eksplanasi dari suatu fenomena alam, ilmu pegetahuan alam selalu menggunakan metode ilmiah dalam mencari kebenaran dari fenomena yang diteliti. Untuk menerangkan sebuah gejala, , ilmu pengetahuan alam mempunyai tata aturan dalam lingkp kerjanya, yang merupakan kesepakatan yang hidup di masyarakat pengembang ilmu pengetahuan alam. Pokok-pokok aturan yang disepakati yaitu:
1.Ilmu-ilmu alam membatasi diri hanya membahas gejala atau fenomena yang dapat diamati. Pengamatan gejala/fenomena itu harus dapat diulang oleh orang lain. Sehingga memang dengan batasan ini, ilmu ilmu alam melepaskan diri dari variabel perangai manusia sebagai peneliti.
2.Dalam ilmu alam, bukan hanya merupakan kumpulan dari gejala-gejala alam, tapi ada semacam keyakinan bahwa masing-masing gejala alam itu saaling terkait satu sama lain, membentuk Hukum Alam. Teori yang dibangun harus bertumpu pada gejala alam yang 'syah”, selama diamati terus menerus, bebas dari konflik penalaran. Biasanya untuk itu dilakukan uji konsistensi penalaran melalui “bahasa” matematika. Seperti teori silogisme sebab akibat yang dikemukakan oleh Hempel dan Oppenheim. Juga seperti yang disampaikan oleh Karl R. Popper tentang prinsip Falsifiabilitas, yang menjadi dasar logis cara kerja ilmu empiris.
3.teori-teori yang dibangun dalam ilmu alam harus merupakan teori yang juga bisa meramalkan gejala alam yang lain yang belum dikenal. Dan gejala alam ini bisa dirumuskan dalam bentuk operasional sehingga bisa dilakukan eksperimen.
Dengan aturan yang berlaku, lingkup kerja ilmu-ilmu alam sangat terbatas. Jadi jangan mengharapkan ia dapat menjawab semua pertanyaan, tetapi jika jawaban itu ada, maka jawabannya bisa diandalkan.

Apa itu metode understanding
Dengan pembatasannya, ilmu alam tidak mampu menerangkan hal-hal yang terkait dengan keunikan manusia sebagai mahluk yang senang berkumpul, dan membentuk masyarakat sosial. Pada awalnya, ilmu-ilmu sosial menerapkan aturan yang sama dengan apa yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan alam. Tetapi pada perkembangannya, ternyata banyak fenomena sosial yang membutuhkan metode lain selain yang diterapkan dalam ilmu alam. Ada faktor manusia sebagai mahluk yang unik, yang mempunyai sifat-sifat berbeda dari tiap individunya, yang terbentuk sebagai akibat dari arena pengalaman tiap individu. Dengan demikian, ilmu sosial tidak mungkin mendengar, mengecap, melihat dengan mata kepala sendiri, gejala atau fenomena yang terjadi di masa lalu. pada hakekatnya, ilmu-ilmu sosial tidak memungkinakan pengamatan secara lansung dan berulang. Sehingga banyak kompleksitas yang terjadi, dan harus dicari pendekatan lain, yang diperlakukan sebagai ilmu dasar tersendiri, yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial.
Dalam hal ini, Thomas S Kuhn memberikan jalan untuk pendekatan baru dalam ilmu-ilmu sosial, yaitu melalui pendekatan Perspektif/ Paradigma. Paradigma pada dasarnya merupakan cara pandang terhadap dunia dan contoh-contoh prestasi atau praktek ilmiah konkret.
Pada prinsipnya, teori-teori tidak bisa saling diukur dengan standar yang sama. Tulisan Kuhn ini membuat banyak ahli lain bermunculan untuk mengembangkan pendekatan yang terkait dengan ilmu-ilmu sosial.
Pada pertengahan abad 18, Muncul Immanuel Kant (1724 -1803) yang dikenal dengan German Idealism, menyatakan bahwa manusia mempunyai pengetahuan awal (a priori) yang bebas, yang sudah ada sebelumnya berdasarkan pengalaman, dan independent. Artinya adanya pemahaman terhadap kondisi manusia selalu diarahkan oleh spirit subyektif dan intuisi.. manusia merupakan mahluk berakal budi, dan selalu mencoba mencari pengetahuan baru berdasarkan pemahaman yang sudah ada dalam dirinya (erfahrungfeld), Manusia membawa citra dirinya sendiri, yang nantinya akan mempengaruhi dia dalam memahami sesuatu, yang dipahaminya secara mendalam (konsep ini disebut sebagai Bildung)
Perkembangan muncul di awal abad 20 , yang dikenal dengan aliran Neo kantianisme, yang menonjol adalah Max Weber (1864 -1920) yang mencetuskan bahwa pendekatan ilmu alamiah tidak bisa digunakan begitu saja dalam pembangunan teori dalam ilmu-ilmu sosial. Karena dalam ilmu sosial ada pendekatan subyektif yang harus diperhatikan. Dari sini munculah ahli-ahli/scholar yang mempunyai perspektif baru yaitu Interpretif sebagai dasar pembentukan teori komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Pendekatan yang digunakan disini adalah pemahaman/undesrtanding (verstehen), untuk mencari kebenaran dalam ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Beberapa cara berpikir yang menjadi fondasi teoritisnya. Ada 3 yang penting dikemukakan yaitu Hermenuetics, Phenomenology, dan Symbolic Interactionism.

susiana dewi ratih
oktober 2008

Sabtu, 05 Desember 2009

Teori efek media

1.Teori Efek dan Proses Media (Miller, 2005:248-267)

Perkembangan media komunikasi di abad 19 menuju 20 masih terbatas pada komunikasi melalui interaksi tatap muka (face to face) dan dalam bentuk media cetak yaitu buku dan beberapa koran saja. Media mulai berkembang pesat di akhir abad 20, dimana muncul berbagai jenis media untuk interaksi komunikasi dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan, sehingga menimbulkan berbagai efek dari media menyangkut kepercayaan, atitude, interaksi dan tingkah laku dari individu-individu, maupun masyarakat.
Bentuk chanel komunikasi sebagai media antara lain koran, radio, televisi kabel maupun satelit, telepon selular maupun telepon biasa, jejaring, internet, selain tetap mempertahankan media konvensional seperti tatap muka dan buku.
Adanya chanel komunikasi seperti ini, membuat kontek komunikasi juga berubah. tingkah laku orang dan masyarakat dalam berinteraksi juga mengalami perubahan. Sebagai contoh, bagaimana pesan yang disampaiakan melalui media audiovisual seperti televisi, diterima bisa berbeda-beda pada masing-masing individu yang menyaksikannya..
Untuk itu dalam kontek proses media dan efek ada 2 teori yang membantu untuk membahas permasalahan yang di sampaiakan di atas yaitu bagaimana orang-orang mengakses dan memproses konten media dan bagaimana sumber mass media mempengaruhi masyarakat, Teori-Teori tersebut adalah: Use & Gartification Theory, Media System Dependency Theory
Namun perlu juga diketahui, teori komunikasi terkait dengan media diawali dengan teori yang dikemukakan oleh Harold Lasswell, yang menyatakan mengenai Teori Peluru atau Jarum Hipodermis. Teori ini muncul pada saat media televisi belum banyak dan masih dikuasai pemerintah, dan koran. Dalam Teori ini dinyatakan bahwa pesan yang disampaikan melalui media aka diterima seperti menyuntikkan jarum ke hipodermis penerimanya. Artinya pesan yang dibawa mempunyai pengaruh yang sangat kuat,
2 teori yang akan dikemukakan, adalah teori yang berkembang lebih lanjut dari model peluru/jarum. Disini Pada tahap awal, masayakat umum dikonseptualisasikan sebagai sekelompok khalayak yang terdiri dari berbagai individu yang tidak dibedakan, yang sangat terbuka untuk menerima pengaruh dari pemimpin yang kuat dan berkuasa, atau media yang kuat dan berkuasa.
a.Social cognitive theory
Adalah teori yang memberikan pandangan dasar dari suatu proses bagaimana pembelajaran sosial bisa muncul dari kontek media. disini menitikberatkan adanya proses imitatif yang berhubungan dengan reward dan punishment terhadap suatu siaran media. sehingga memmpengaruhi tingkah laku orang-orang yang mengikuti contoh yang diterimanya dari siaran media. Contoh bagaimana kekerasan yang dilihat oleh anak-anak, akan membuatnya mempunyai memori bahwa kekerasan itu diperbolehkan, karena ada contoh seperti yang disiarkan di televisi
b.Use & Gratification Theory (Rosengren, 1974)
Teori ini untuk menjawab bagaimana dan mengapa sebagaian audience menggunakan beberapa program untuk memberinya kepuasan terhadap kebutuhannya. Sebagai contoh beberapa orang menyukai program televisi yang bersifat entertain, karena dia membutuhkan program untuk melepaskan emosi yang dipendamnya, atau melepaskan diri dari tekanan hidup sehari-hari
c.Media System Dependency Theory (Sandra Ball-Rokeach & Melvin DeFleur, 1976)
Theory ini biasanya dikombinasikan dengan Teori Use & Gratifikasi. Teori ini menunjukkan bagaimana memuaskan audience, dimana audience akan berhubungan melalui jejaring interpersonal. hal ini membuat pengusaha media (Sistem media) berusaha untuk membuat program-program yang bisa memuaskan pemirsanya. Dan ini akan bergantung juga pada sistem politik , sosial dan ekonomi. Artinya, semua komponen akan saling bergantung satu sama lain. kebutuhan satu pihak akan menjadi sumber masukan bagi pihak lainnya.

Jadi dalam 3 teori di atas memperlihatkan bagaimana hubungan media dalam mempengaruhi individu. Secara umum ketiga teori di atas berangkat dari paradigma post positivist, karena terkait mengenai hubungan sebab akibat, menerangkan suatu gejala atau fenomena. Dan karena juga melihat pada bukti sosial yang terjadi, pengaruh teori kritis juga mulai mempengaruhi teori yang dikemukakan yang diperlihatkan dalam teori mengenai Media System Dependency Theory.
Perkembangan bentuk/chanel media, membuat teori-teori di atas mendapatkan berbagai tantangan di berbagai area, salah satu tantangan terbesar dari teori-teori di atas adalah mengingat media komunikasi terbaru yang saat ini menguasai banyak jam dalam kehidupan sehari-hari kita, yaitu televisi.

Susiana Dewi Ratih, Oktober 2008

Komunikasi Politik

Komunikasi Politik

Politik digambarkan sebagai negara dalam hubungannya dengan dinamika masyarakat. Kaspar Bluntshii dalam Cangara, 2009:270 merumuskan sebagai “Politics is the science , which endeavors to understand and comprehend the state in its conditions, in its essential nature, its various forms manifestation, its development”. Bahkan Harold D. Laswell (1972) lebih tegas menyatakan bahwa politik adalah Who gets what, when and how. artinya politik adalah siapa, memperoleh apa, kapan dan bagaimana. Jadi politik adalah ilmu tentang kekuasaan “when we speaks of the scince of politics, we mean the science of power”
politik tidak dapat dipisahkan dari pengertian kekuasaan dan manipulasi yang dilakukan oleh elite penguasa dan atau counter elite. meraka yang mendapatkan lebih dari apa yang seharusnya diterima (influential).
Nilai-nilai yang ada justru dikualifikasikan akan membawa perbedaan, pendapatan dan rasa aman bagi para elite. Jadi yang paling banyak memperoleh adalah para elite, sedangkan sisanya adalah massa.
masih menurut Lasswell, studi politik adalah studi tentang pengaruh (influence) dan

David Easton (1953) juga menyatakan bahwa studi tentang politik tidak dapat dipisahkan dari pengertian tentang : The Authoritative allocation of values. Politik adalah proses pembagian nilai-nilai dan wewenang. Dan jika hal tersebut dikaitakan dengan konsep Power dalam konteks kehidupan politik, maka power berkaitan erat dengn pembentukan dan pengambilan kebijakan otoritatif di dalam masyarakat.
Kekuasaan pada umumnya hanya bisa dijalankan sebagian besat karena terletak pada kemampuan seseorang untuk mempengaruhi tindakan-tindakan orang lain sehingga memungkinkan keputusan bisa di ambil.
Edward Banfield (1961) menyatakan bahwa political influence tidak dapat dipisahkan dari komunikasi. dalam hal ini mempengaruhi adalah kemampuan seseorangagar orang lain mau berbuat, bertindak, merasakan sesuatu sebagaimana yang diharapkan oleh seseorang.
Dari pernyataan di atas, maka poltik selalu diasosiasikan dengan aktivitas , yaitu kemampuan seseorang untuk mengatur tingkah laku seseorang dalam kondisi pertentangan atau konflik, yang mampu merangsang timbulnya suatu sikap ketidaksepakatan atau pertikaian.

3. Komunikasi Politik
Bagaimana kaitan antara komunikasi dan politik, sehingga terjadi “perkawinan” yang disebut ilmu komunikasi politik.
Komunikasi politik bisa didefinisikan dalam arti sempit dan dalam arti yang umum. Dalam arti sempit dinyatakan sebagai setiap bentuk penyampaian pesan, baik dalam bentuk lambang-lambang, maupun dalam bentuk tulisan, atau kata-kata yang terucap, ataupun dalam bentuk kata-kata yang terucapkan ataupun dalam bentuk isyarat yang mampu/dapat mempengaruhi kedudukan seseorang yang ada dalam suatu puncak struktur kekuasan tertentu.
Dan Nimmo (1989) masih mengemukakan komunikasi politik dalam arti sempit yaitu suatu komunikasi dapat dikatagorikan mempunyai nilai atau bobot politik, apabila komunikasi yang dimaksud mempunyai konsekuensi-konsekuensi atau akibat politik baik faktual maupun potensial yang mampu mengatur tingkah laku manusia di bawah kondisi pertentangan.
dalam arti luas, komunikasi politik adalah setiap bentuk atau jenis penyampaian pesan, khususnya yang bermuatan atau bernuansa politik, yang disampaikan dari suatu sumber kepada sejumlah sasaran tertentu.
Jika dilihat dari definisi tersebut, makan komunikasi politik, pasti juga melibatkan teori tentang komunikasi massa.
Batasan lain yang diberikan oleh International Encyclopedia of Communications (1989) yang dimaksud Komunikasi politik adalah setiap pesan yang disusun secara sengaja dengan tujuan untuk mendapatkan pengaruh atas penyampaian pesannya atau dengan bantuan/penggunaan power di dalam suatu masyarakat.
Denton & Woodward: Political Communication in America (1990), memberi batasan sebagai berikut: 'Pure discussion about the allocation of public resources (revenues), official authority (who is given the powerto make legal, legislative and executive decision), and official sanctions (which the state rewards or punishment)”
Dari apa yang diuraikan di atas. maka terdapat kesamaan antara komunikasi dan politik, yaitu keduanya sama-sama merupakan proses, dan keduanya sama sama melibatkan suatu pembicaraan.
Mau lanjutannya? hubungi saya via email ya.....gratis....

Susiana dewi Ratih Desember 2008

Komunikasi Organisasi

1.Theories of Organizational Communication

Teori-teori yang masuk dalam teori komunikasi organisasi ini merupakan teori yang akarnya maupun pengembangan penelitiannya sangat interdisipliner. Komunikasi organisasi merupakan bagian dari ilmu komunikasi yang kontemporer dan sangat aplikatif sehingga terkait dengan disiplin ilmu lainnya. Keterkaitannya dengan ilmu lain seperti manajemen, sosiologi, serta sosial dan psikologi industri, ilmu ini juga merupakan subdisiplin ilmu dalam komunikasi. Sebagai hasilnya berkembanglah ilmu komunikasi organisasi ini.SDR2008

Definisi Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi merupakan 2 kata yang berbeda, dan ketika digabungkan menjadi satu arti baru. Menurut Modaff, dkk, 2008:2, organisasi adalah suatu alat atau instrumen yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan komunikasi adalah bagaimana alat atau instrumen (organisasi) dikreasikan, berlanjut, dan mekanisme aktivitas koordinasi yang didesain utuk mencapai tujuan personal dan organisasi (Modaff,dk:,2008:2-3). Jadi komunikasi organisasi adalah suatu proses kreasi , perubahan, interpretasi (benar atau tidak benar) dan penyampaian pesan dalam sebuah sistem hubungan interrelasi pada manusia. Inti dari definisi ini adalah konsep dari sebuah pesan (Fred Jablin. 1990: 157 dalam Modaff, dkk, 2008:3). Sebuah pesan adalah suatu “nonrandom verbal symbolization” (Stohl & Reading, 1987: 452 dalam Modaff,dkk, 2008”3) Dalam kata lain, sebuah pesan adalah bagaiman penggunaan bahsa baik tulisan maupun lisan yang akan diterjemahkan oleh penerima pesan secara intensional. Penggunaan bahasa disini terkait dengan ilmu dasar yang digunakan seperti managemen atau psikologi industri.
Definisi lebih terinci adalah berdasarkan Miller, 2003:1, yang menyatakan bahwa komunikasi organisasi bisa didekati dalam berbagai cara, tapi ada kesepakatan bahwa Organisasi melibatkan kolektivitas sosial (sekelompok orang) dimana semua aktivitasnya dikoordinasikan untuk mencapai suatu tujuan baik tujuan individu maupun tujuan kolektif. Dengan aktivitas yang terkoordinasi, dalam beberapa tingkatan struktur organisasi diciptakan untuk membantu individu-individu untuk berkerjasama satu sama lain dalam lingkungan organisasi yang lebih besar. Dalam hal ini komunikasi merupakan “alat” untuk melakukan transaksi (antara 2 atau lebih orang yang salng berinteraksi), sebagai simbolisasi (komunikasi menjadi simbol dalam transaksi). Jadi dalam mempelajari Komunikasi Organisasi harus memahami bagaimana konteks dari organisasi akan mempengaruhi proses komunikasi dan bagaimana simbol alamiah dari komunikasi akan membedakan tingkah laku suatu betuk organisasi dengan bentuk organisasi lainnya.
Untuk memahami mengenai teori komunikasi organisasi, harus diawali dengan suatu pemahaman umum melalui pengertian melihat organisasi melalui beberapa metafora, seperti yang diungkapkan oleh Gareth Morgan dalam bukunya Images of Organization, (1986, 1997) menyatakan bahwa penggunaan metafora metafora sebagai panduan dalam memahami organisasi, berkaitan erat dengan cara berpikir dan bagaimana kita memahami dunia . Dalam kutipan aslinya adalah sebagai berikut:
“The use of Metaphor implies a way of thinking and a way of seeing that pervades how we understand our world” (Morgan, 1986: 12 dalam Miller, 2005:208).

Machine Metaphor - Pendekatan Klasik (Classical approach) : Scientific management school
Pada awal tahun 1920, yang disebut dalam Miller, 2003: 2 sebagai dasar pendekatan dalam memahami komunikasi organisasi. Pada era ini pendekatan yang digunakan disebut sebagai pendekatan klasikal (classical approach). Dalam pendekatan klasik ini ada 3 teori organisasi yang menonjol yaitu Henry Fayol's Theory of Classical Management , Max Weber's Theory of Bureaucracy, dan Frederic taylor's theory of Sciencentific Management. Dalam ketiga teori ini organisasi dipandang sebagai metafora mesin (Machine Metaphore).
Dalam Machine methapore ini sebuah organisasi dipandang sebagai mesin yang mempunyai beberapa aspek yaitu :

1.Spesialisasi, dimana semua bagian dari mesin mempunyai fungsi yang spesifik,
2.Standarisasi, dimana semua bagian dari mesin mempunyai stndar tertentu, sehingga jka salah satu bagian tidak memenuhi standar akan dengan mudah diganti (replaceabillity)
3.Predictabilitas, dimana semua bagian dari mesin selalu bekerja mengikuti tata aturan tertentu
Jadi sebuah organisasi yang dikonseptualisasikan seperti sebuah mesin, mempunyai “cara kerja “ yang sama dengan sebuah mesin, dimana sebuah mesin harus memenuhi aspek spesialisasi, standarisasi dan prediactabilitas.
Dalam memandang organisasi sebagai metafora mesin ini, yang dilihat hanyalah bentuk hubungan yang formal saja, tidak memperhatikan hubungan informal yang terjadi. Dari sisi perpektif komunikasi, karena sifatnya scientific, komunikasi yang terjadi bersifat hirakis formal (top down-dari atasan ke bawahan), sedangkan komunikasi dari bawahan ke atasan sangat lemah. Keputusan yang diambil biasanya bersifat rasional, hanya memperhatikan unsur fungsi dan kaitannya denga tujuan organisasi. Dan dalam komunikasi organisasi seperti ini lebih mementingkan keputusan atasan dibandingkan bawahan.

System Metaphor
Mulai berkembang pada tahun 1960 dan 1970, yang memandang organisasi sebagai suatu sistem yang komplek. Organisasi adalah suatu sistem yang saling bergantung dan berkaitan satu sama lain. Sistem secara hirarki terdiri dari sebuah subsistem, dan supersistem yang terbuka terhadap lingkungannya. Dalam memahami komunikasi organisasi dalan metafora ini adalah dengan memahami bagaimana keterkaitan antara suatu bagian dengan bagian lainnya, sehingga menitikberatkan pada feedback (umpan balik) antara supervisor dan bawahannya, jejaring komunikasi dalam organisasi dan aliran informasi yang terjadi dalam organisasi.

Interpretive Metaphor (Culture Metaphor)
Muncul tahun 1980 an, sebagai bentuk kekecewaan para ahli terhadap konsep metafora mesin dan metafora sistem yang sangat rasional dan objektif, sehingga tidak mengindahkan hal-hal lain yang mempengaruhi tingkah laku organisasi. Dalam Interpretive metaphor melihat organisasi sebagai suatu kultur, dan inilah yang berkembang dalam penelitian komunikasi organisasi masa kini. Interpretive Theory sifatnya sangat kontras kalau dibandingkan dengan teori-teori post positivit. Teori Post positivist pendekatannya pada natural science, dimana tujuannya membuat eksplanasi terhadap suatu fenomena. Teori interpretive mempunyai pendekatan berbeda, dimana teori ini cenderung pada pemahaman / understanding/verstehen terhadap fenomena spesifik yang terjadi (Local understanding)
Cultural Metaphor ini berakar dari studi antropologi yang memandang organisasi sebagai suatu cerita atau sejarah, sistem nilai, ritual-ritual, bentuk upacara dan tingkah laku keseharian adalah cara terbaik untuk memahami sebuah organisasi dan anggota organisasi tersebut. Beragkat dari teori interpretive untuk membantu pemahaman terhadap dunia yang secara sosial dibentuk melalui interaksi komunikasi dalam organisasi. Hal ini merupakan refleksi dari kompleksitas dunia sosial dan proses konstruksi sosialnya serta apa yang telah terjadi sebelumnya. Dengan teori interpretive akan mampu menjembatani bagaimana mendapatkan “local understanding” terhadap organisasi yang diteliti. Penelitiannya dilakukan secara kualitatif, dan hasil penelitian digambarkan secara naratif, sehingga tepat digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial di sekitar kita yang dibentuk melalui interaksi komunikatif (communicative interaction)

Pada tahun 1980 an ini juga Morgan melabelkan bahwa “Organization as intrument of domination metaphor”, organisasi adalah alat yang didominasi oleh metafora. Dan bisa dikaitkan dengan Teori Kritis, dimana dalam melakukan investigasi pada suatu organisasi untuk melihat cara yang dominan dalam berpikir, berbicara dan berlaku dalam suatu organisasi . Hal ini dilakukan untuk membentuk ideologi dan menekan para pekerja. Beberapa penelitian yang dilakukan antara lain untuk melihat peranan gender dalam suatu organisasi, bagaimana peran kaum perempuan dalam suatu organisasi, kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan di suatu organisasi, dan sebagainya.

Namun 4 teori yang akan dikemukakan dalam paper ini mempunyai jalur yang berbeda dengan teori yang dibangun melalui aturan umum yang dikemukakan di atas. Ke 4 teori ini berawal dari luar jalur ilmu komunikasi, tapi sangat mempengaruhi perkembangan teori komunikasi organisasi, dan sangat disambut antusias oleh para ahli komunikasi
2 teori pertama yaitu Weick's Theory of Organizing dan Gidden's Structuration Theory, merupakan teori yang berasal dari luar jalur komuikasi, dan berkembang pesat dalam komunikasi organisasi. Sedangkan 2 teori lain yaitu Taylor's text and conversation theory serta Baker and Cheney's concertive control theory berkembang dalam ranah ilmu komunikasi organisasi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini.

a.Weick's theory of organizing (Miller, 2005)/ Organizational Information Theory (West & Turner, 2007)
Karl weick merupakan seorang ahli psikologi sosial dan manajemen yang berpengaruh besar dalam perkembangan komunikasi organisasi. Dua buah bukunya yang dikenal adalah The Social Psichology of organizing (1979) dan Sensemaking of Organization (1995) membawa Karl Weick sebagai salah satu skolar yang diperhatikan. Konsistensinya dalam ide-ide tentang Organisasi terus diusung dan diperbaikinya dalam waktu 30 tahun.
Menurut Weick ada keterkaitan antara pengorganisasian dan komunikasi (Intertwinning between organizing and communication)
Karl Weick masih menggunakan tatanan yang sama dengan konsep organisasi yang diuangkapkan dalam metafora mesin di atas, tapi Weick melihat organisasi bukan sebagai suatu benda, namun merupakan suatu aktivitas. Organisasi bukan sebagai kata benda tapi mengubahnya menjadi suatu kata kerja yaitu pengorganisasian (organizing).
Dalam perspektif Weick, pengorganisasian dipengaruhi oleh Teori evolusi, Teori Informasi, dan Teori General system.
Teori weick menyebutkan bahwa Organisasi bisa eksis dalam lingkungannya, tapi yang dimaksud lingkungan disini adalah Lingkungan Informasi. Perubahan lingkungan informasi, akan mengubah organisasi yang ada.
Proses pengorganisasian (resolving equivocality)
Pada dasarnya aktivitas utama dari organisasi adalah proses membuat kondisi ketidak jelasan (equivocal) dan ambiguitas yang muncul dari suatu informasi dalam organisasi menjadi suatu yang masuk akal (sensemaking), melalui bentuk tingkah laku yang mapan dan melekat serta menyatu dalam proses tersebut.
Anggota organisasi mencapai kondisi sensemaking melalui proses Enactment, Selection dan Retention. Organisasi akan tetap bertahan dan sukses jika mampu mereduksi ketidak pastian (equivocality). salah satu cara mereduksi dengan melakukan komunikasi antar anggota organisasi, sehingga informasi mengalir, serta mengurangi ketidak pastian dari informasi tersebut (Miller, 2005 : 82 -83, West&Turner, 2007: 320-321) .SDR 2005


Dalam hal ini Weick's menyampaikan bahwa tujuan dari pengorganisasian adalah mereduksi equivocality dalam lingkungan informasi. equivocality adalah multi interpretasi dari suatu kejadian yang sama. Karena multiinterpretasi ini, kejadian tersebut menjadi suatu hal yang tidak pasti dan tidak dapat diramalkan yang menjadi bagian inheren dari lingkungan informasi dalam suatu organisasi.
Sebagai contoh: jika seorang anggota organisasi, diminta untuk menghadap atasannya, maka pasti akan muncul berbagai pemikiran bisa logis atau tidak logis mengenai persepsinya mengapa dipanggil untuk menghadap atasannya. Kondisi ini disebut equivocal, karena bisa menimbulkan berbagai persepsi pada tiap orang.
Weick disini mengemukakan bahwa Inti Proses pengorganisasian adalah harus mengurangi kondisi equivocal ini atau membuatnya menjadi masuk akal. Untuk itu, diusulkan adanya aturan-aturan serta siklus komunikasi. Aturan-aturan ( “recipe”) yang dibuat bisa memandu anggota untuk melihat bagaimana pola untuk membuat ketidak pastian menjadi masuk akal, dan melalui siklus komunikasi, tiap anggota organisasi bisa memahami dan mereduksi kondisi equivocal.
Tahapan proses pengorganisasian agar kondisi equivocal bisa direduksi adalah sebagai berikut:
a.Proses Enactment (pemeranan/interpretasi), adalah tahapan dimana organisasi melakukan interpretasi terhadap informasi yang diterima.SDR 2008
Berasal dari General system theory dan Open system Theory. pada prinsipnya organisasi bersifat terbuka terhadap lingkungan. Yang dimaksud lingkungan disini bukan lingkungan yang bersifat fisik maupun organisasi atau institusi lain dimana organisasi itu harus mampu untuk tetap hidup, tetapi yang dimaksud disini adalah lingkungan informasi dimana semua aktiitas dan pengalaman yang mempunyai arti tertentu bagi anggota organisasi. Organisasi menyatu dengan lingkungannya.
Dalam proses enactment ini tiap anggota organisasi melakukan penciptaan ulang lingkungannya dengan menentukan dan merundingkan makna khusus /interpretasi dari suatu peristiwa (ecological change). Seperti yang diterangkan oleh Karl Weick's di tahun 1995 yaitu: “There is not some kind of monolithic, singular, fixed environment that exist detached from and external to people. Instead people are very much part of their environments” (Miller, 2003 : 82, Miller, 2005: 210)
b.Proses Selection (Seleksi) disini memilih aturan-aturan, metode dan siklus komunikasi terbaik untuk untuk mengurangi kondisi equivocal ( ketidak jelasan).Dengan kata lain, proses seleksi adalah suatu peluang untuk melakukan proses sensemaking (menuju kondisi yang masuk akal) . Proses ini menempatkan item-item tentang memahami, memperbaiki, memaknai dan berinteraksi dalam membentuk suatu mutual understanding suatu kerangka kerja.
c.Proses Retention (Retensi) adalah proses menyimpan informasi untuk digunakan untuk digunakan organisasi dalam memberi respon alamiah terhadap berbagai situasi, informasi ini disebut resep (recipe) untuk terjadinya sensemaking. Cara atau resep yang berhasil dibuat menjadi peraturan yang bisa diterapkan di masa datang. Cara penyimpanan bisa dalam bentuk formal berupa aturan tertulis maupun mengikuti prosedur yang ada dalam organisasi. SDR 2008

Contoh Aplikasi:
Suatu perusahaan kecil yang bergerak dibidang farmasi, berisikan angota-anggota organisasi yang mempunyai peran yang berbeda, ada yang berfungsi sebagai marketing manajer, dimana dalam perannya itu di bantu oleh beberapa orang staf. kemudian ada yang berperan sebagai manajer produksi, dan ada yang berperan sebagai manajer keuangan. Mereka di koordinasi oleh seorang Direktur. Pada suatu saat, terjadi penurunan sales perusahaan, sebagai akibat adanya kompetitor baru yang mempunyai produk yang sama dengan yang dipunyai perusahaan tersebut. Informasi yang diperoleh, tentang adanya kompetitor baru, membuat perusahaan tersebut mengalami kondisi ketidakjelasan. Maka marketing manager melakukan encatment, dimana informasi yang ada diserap lebih dahulu, lalu dilakukan pembicaraan dan komunikasi dengan bagian produksi tentang produk yang ada. Disini, peran direktur sebagai leader, menentukan aturan-aturan yang akan digunakan untuk mengkaji informasi yang didapat, antara lain, atuan bahwa semua keputusan harus melalui hasil diskusi bersama semua fungsi terkait. Proses pengambilan keputusannya melalui metode problem solving yang terstruktur, serta mengikutsertakan semua fungsi. Informasi harus dishare tiap saat, oleh siapapun yang mendapat informasi baru. Tidak boleh ada yang menyimpan informasi dari luar organsasi apapun bentuknya, senua harus dishare. pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif. (Ini adalah tahap seleksi). Setelah itu, metode-metode yang digunakan untuk mengatasi masalah bisa disimpan dan dijadikan metode untuk bekal perusahaan di masa depan (retensi).
Susiana Dewi Ratih, Desember 2008

Paskibra

Hmm, pengalaman kemarin, mungkin adalah hal biasa bagi orang tua lainnya, biasaaaa sekali....tapi buat aku, sungguh sebuah pengalaman yang mengesankan, karena memang sangat pribadi.

Pertama kalinya aku melihat, my special, unique son, the youngest one, jadi anggota paskibra di sekolahnya.

Sekali lagi, buat orang tua lain , hal ini adalah hal yang biasa banget, tapi...kemarin mataku berkaca-kaca, melihatnyamenggunakan seragam formal paskibra putih-putih, dia mendapat kepercayaan untuk memimpin barisan pengibar barisan....dia terlihat kecil dibanding teman-temannya, tapi dengan percaya diri dan suaranya yang lantang, dia memberi aba=aba barisan pengibar bendera. Upacara berlangsung dengan khidmat.........dia dan tim paskibranya berhasil menjalankan tugas dengan excellent. Bahkan pujian bukan hanya datang dari kami orang tua murid dan siswa lainnya, tapi juga dari ketua yayasan. Rasanya terbayar sudah latihan rutin sampai malam sebulan penuh ini.

Ini pertama kalinya aku melihat dia bisa fokus menjalankan sesuatu, dan sebuah bentuk keseriusan, yang selama ini tidak pernah kulihat darinya.
Apresiasi dan perghargaan itu berlanjut, ketika upacara selesai, barisan paskibra berbaris rapi meninggalkan tempat upacara, dari atas, mereka ditaburi bunga sebagai tanda apresiasi.

Sungguh aku terharu....apalagi ketika aku memeluknya untuk mengucapkan selamat....dan tanpa malu menciumnya......oh..my boy......kamu memang unik.

Sungguh, ini bukan hal istimewa bagi orang lain...tapi bagiku, seperti oasis ..ditengah semua kejadian....Subhanallah..terima kasih Ya Allah.

Jakarta, 18 agustus 2009

Kesadaran Baru

Akhirnya aku tahu...apa yang aku percayai selama ini mengenai nilai-nilai pertemanan, nilai-nilai etika, budaya organisasi, ternyata sangat naif......sangat superfisial, tak pernah aku mengira... orang-orang yang seharusnya menjunjung tinggi value, norma dan etika itu, justru yang menghancurkannya. praktek ketidak adilan, justru dicontohkan secara gamblang. Jadi sebenarnya yang sudah ditulis dalam buku-buku yang diterbitkan setiap tahun itu untuk apa? kalau hanya untuk sebuah bukti, bahwa semuanya itu hanya dipermukaan...bukan sesuatu yang memang lahir dari perenungan batin yang paling dalam? Munafik...mungkin itu adalah kata yang kasar untuk diucapkan.....tapi itulah yang ada.
Pembenaran melalui berbagai prosedur yang dilakukan, justru untuk melegalkan praktek kemunafikan berbungkus prosedur.

Belief not believe......., sungguh aku sangat naif...mempercayai sesuatu yang munafik seperti itu. Kecewa? so pasti......tapi itulah yang ditunjukkan Allah SWT padaku, dan aku bersyukur untuk itu, walaupun kesadaran itu baru terbuka setelah aku menjalaninya selama 16 tahun.........plus 2 tahun terakhir...yang penuh dengan tantangan. Inilah yang mau ditunjukkaNYA padaku....bahwa aku sebenarnya menggenggam bola api, bukan bola emas, yang siap membakarku kapan saja.
Sekarang aku harus melempar bola api itu ke comberan....walau saat ini seluruh telapak tanganku sudah terbakar....tapi itu akan sembuh, walaupun akan ada sisa luka disana sebagai tanda peringatan bagiku, bahwa hampir separuh hidup yang kujalani selama ini penuh kepura-puraan, tapi itu adalah bagian dari sejarah hidupku.

Ketika satu pintu tertutup bagiku...akan ada pintu-pintu lain yang akan terbuka...hanya saja aku masih tersesat dalam poses pencariannya

Jakarta, 7 Nov 2009

Ketika ia hilang, baru berarti

Suatu pagi dalam perjalananku menuju tempat kerja, tiba-tiba ponselku berdering. Pada layarnya tertetra Private number, aku tahu ini pasti dari adik perempuanku yang tinggal di negeri seberang..

Benar saja, dia yang menelpon, suaranya yang khas membuat rasa kangenku menyeruak, maklumlah sudah lebih dari 2 tahun kami tak bertatap muka.
Setelah saling mengucap salam, dan menanyakan kabar, mulailah dia bercerita.

“Mbak, semalam aku memimpikan mendiang ibu dan bapak , rasanya seneng banget deh...aku langsung memeluk mereka mbak.
Mereka tidak berkata-kata, hanya menatap dengan senyum yang tulus, tapi rasanya semua kangenku jadi hilang....aku bahagia sekali mbak.....!.“

Aku terdiam, apa yang adikku rasakan, juga terjadi padaku.
Dalam hatiku jadi bertanya-tanya, mengapa hanya dengan memimpikan mereka, rasa bahagia bisa muncul, dan semua beban bisa lebih ringan?
Padahal, kesempatan bertemu ibu dan Bapak sangat banyak selama mereka masih hidup. Sekarang setelah mereka tiada, hanya dengan mimpi, semua jadi indah?.

Apa yang disampaikan adikku, membuatku merenung, dulu ketika kedua orang tuaku masih ada, aku sebagai anak merasa sudah sewajarnya ibu dan bapak berada di belakang anak-anaknya, itu kan tugas orang tua. Aku tidak merasa terlalu perlu memperhatikan mereka. Karena mereka selalu ada setiap saat aku membutuhkan. Aku tidak merasa perlu menanyakan kabar mereka setiap hari, toh mereka akan selalu ada, tidak akan kemana-mana.

Jika aku menghadapi masalah, aku tahu kemana harus mengadu tanpa merasa di adili, karena mereka selalu ada. Hanya dengan mengetahui bahwa mereka mendengarkan, rasannya sudah cukup bagiku. Tapi itu juga hal yang biasa kan........toh mereka tidak akan kemana-mana, mereka akan selalu ada untukku.

Hmm ... ternyata benar, sesuatu yang berharga, biasanya baru terasa berarti ketika kita kehilangan itu semua.

Ketika Aku harus kehilangan mereka dalam waktu yang berdekatan, baru terasa kosongnya jiwa ini. Baru terasa, sebenarnya merekalah tempatku bersandar selama ini. Aku limbung dan jatuh, tak ada tempat mengadu lagi, tak ada yang mau mendengarkan tanpa aku merasa takut akan ditertawakan. Tak ada lagi yang bisa jadi tempat curahan hati, tanpa takut akan disebarkan ke orrang lain, tak ada lagi....semua tak ada lagi.

Aku tak pernah tahu apa yang orang tuaku rasakan selama mereka hidup, karena aku tidak pernah menanyakan perasaan mereka, aku hanya sibuk dengan urusanku sendiri.
Sungguh keterlaluan.

Sekarang, cuma rasa sesal yang ada di hati, karena sebenarnya aku bisa berbuat banyak untuk mereka semasa hidup.
Sekarang, cuma doa kepada Allah SWT yang bisa kupanjatkan untuk mereka. Karena hanya dengan doa aku masih bisa menunjukkan baktiku pada kedua orang tuaku. Dan berharap Allah SWT akan menghadirkan mereka kembali dalam mimpi.

Agustus 2007


Susiana Dewi Ratih

Memaafkan itu melegakan

Memaafkan itu melegakan
apa yang terjadi padaku ini mungkin bisa untuk berbagi :
Ayah dan ibuku sudah menghadapNYA 5 tahun yang lalu, mereka pergi dalam tahun yang sama, hanya berbeda 6 bulan. Ibuku wafat lebih dulu, baru kemudian ayah.
Ibuku pergi pada saat hubungannya dengan ayah pada kondisi yang kurang baik. Ibu dan ayah berada pada konflik suami istri yang sangat mendalam, dan berada di ambang perpisahan. kemudian Ibu jatuh sakit, dan akhirnya wafat pun, beliau masih membawa rasa kecewa dan marah itu pada Ayah.
Aku pun menjadikan ayah sebagai penyebab perginya ibu. walaupun tidak pernah kuutarakan langsung kepada beliau, tapi itu tertanam erat dalam hati. Aku tetap melayani beliau, walau tidak lagi dengan hati tulus 100%. .
Sampai beliau wafat, dan bertahun-tahun sesudahnya, aku masih tetap menyimpan amarah dan kecewa pada ayah. dan, selama itu pula, tanpa sadar ada beban berat yang kutanggung dalam hati. rasanya setiap helaan nafasku terbebani oleh sesuatu. Hal ini juga berakibat dengan hubungan sosialku. Selalu ada rasa curiga pada orang lain, dan selalu berpikir negatip. Akibatnya juga, berpengaruh pada langkah karirku, yang selalu terhambat. Aku selalu gagal mencapai apa yang aku usahakan. Contohnya, berkali-kali aku selalu gagal pada promosi yang diberikan padaku.
Ketika beban kecewaku semakin tak tertahankan, aku bertanya pada seorang udztad, adakah doa yang bisa membuatku tenang? karena semua doa telah kupanjatkan, shalat-shalat sudah kujalankan, tapi selalu saja aku tidak merasa tenang dan merasa semua aspek dalam hidupku tidak ada yang berjalan lancar.
Udztad itu pun bertanya, apakah juga doa-doa itu dipanjatkan untuk kedua orang tuaku yang sudah wafat? adakah kekecewaan yang aku simpan terhadap mereka? Jika ada, Mohon ampunan pada Allah SWT, dan cobalah memaafkan dengan ikhlas.
Aku terdiam dan terhenyak, aku menyadari sesuatu, aku sangat tahu, selama ini doa-doa yang kupanjatkan hanya untuk ibu almarhumah, aku berdoa untuk ayah hanya karena kewajiban saja, tidak tulus dan ikhlas.
Dan kesadaran makin jelas, karena akupun telah berbuat dosa dengan tetap memendam amarah serta kekecewaanku pada beliau.padahal beliau sudah wafat. Ya Allah, betapa jahatnya aku.
Akhirnya, aku berwudhlu, serta melakukan shalat tobat, tak terasa airmata tumpah ruah, penyesalan, kekecewaan, serta kerinduan pada ayah dan ibu keluar semua bersama tangis. Aku mohon ampunan pada Allah, memohon maaf pada ayah dan ibuku, serta memaafkan ayah pada apa yang telah beliau pernah lakukan pada keluarganya.
Aku tiba-tiba bisa melihat permasalahan dari sisi berbeda, dan tanpa amarah, yang ada adalah pemakluman serta maaf.
setelah itu, hatiku jadi ringan, aku bisa melihat semua masalahku dengan cara berbeda, dan mampu mencari solusi atas semua masalah hidup yang selalu datang padaku. Hatiku menjadi lebih tenang. sungguh karunia yang sangat besar dari Allah SWT.
terima kasih ya Allah, ternyata, memaafkan itu melegakan.

Susiana dewi ratih, oase iman –www.eramuslim.com
14 juni 2007
Dimuat dii oase iman www.eramuslim.com 26 Juni 2007

Fatamorgana

Ada saat dalam kehidupan, dimana sebentuk angan bekembang menjadi obsesi. Obsesi itu menutup semua celah-celah logika dan hati nurani. Dan karena ketidakmampuannya menerima kenyataan yang ada, akhirnya obsesi itu menjadi keinginan yang tidak wajar lagi.

Obsesi mempunyai kehidupan yang ideal seperti yang ada di film-film, mungkin juga akhirnya menjadi keinginan yang tidak wajar. Hidup dalam angan-angan, berharap-harap, berpikir-pikir kapan angan-angan itu jadi kenyataan. Tapi sayangnya angan-angan itu toh tidak pernah sampai pada titik akhirnya....karena dia sebenarnya tidak nyata.
Semua membentuk fatamorgana.....ada tapi tidak nyata...dan kita tenggelam di dalamnya.

Dan ketika kita dipaksa bangun dari angan-angan itu....hamparan kekecewaan yang menyambutnya.

Akhirnya...jangan kita membuat angan-angan menjadi obsesi yang mengenggelamkan diri, karena itu akan membuat kita jadi manusia yang tidak berpijak pada kenyataan.

Ibu

Ibuku sayang.....ternyata sudah 7 tahun berlalu sejak kau pergi dari kami...... rasanya seperti kemarin semuanya terjadi....sebuah hari yang ingin sekali jika bisa kuhapus dari kenangan dan ingatan. Hari yang memisahkanmu dari kami.....hari dimana kau kembali padaNYA yan selalu mencintaimu.
Mom....,
itu panggilan manis yang sering kulafazkan..ketika suasana santai, sambil menggodamu yang sedang asyik menonton telenovela kesukaanmu. Ibuku yang cantik...yang sensitif, menggemari dedi mizwar, yang cepat panik...dan jika panik maka kumatlah asmanya....yang mencintai sepenuh hati semua anak dan cucu-cucunya......mengingatnya membuat hati menjadi hangat, hangat oleh rasa rindu.

Ibu sayang.....
kalau menyesal mengapa banyak hal yang tak kulakukan untukmu semasa kau ada...itu sudah pasti.......tapi...kepergiamu juga menjadi berakhinya semua kesedihan dan kepedihan yang pasti pernah ibu alami. Ibu damailah disana bersama Bapak......
kami disini bertekad tidak akan membuat kau kecewa...kami disini berjuang mewujudkan apa yang menjadi asamu untuk semua anak cucumu....
Ibu jangan kawatir...karena cobaan apapun bentuknya tidak akan membuat kami lemah,,,justru membuat kami semakin kuat.

Ibu..mengenangmu saat ini, bukan untuk membuat hati kami menjadi sedih atau mengingat-ingat kedukaan. Tapi...untuk selalu kuat dan bangga bahwa kau yang dipilhNYa untuk menjadi ibu kami....kau yang dipilihNYA untuk melahirkan kami, bahwa kau dengan segala kelebihan dan kekuranganmu..adalah Ibu kami.....ibu kami tercinta

Missing you Mom
24 mei 2009

Bapak

Bapak.....,
bapak sudah pergi 7 tahun yang lalu, tepat 6 bulan setelah ibu
Tapi....sosokmu yang tenang, diam tak banyak bicara masih selalu ada disetiap hari hari yang kulalui
terlebih sekarang ini.....ketika hati sedih, gundah gulana....ingin rasanya mendengar lagi suaranya yang selalu menenangkan

Bapak,,,,,,,,
aku mengalami apa yang kau alami dulu....
Pada saat-saat pedih itu, kau selalu melibatkanku
mengajakku kemanapun kau ingin pergi
kau butuh teman saat itu, persis sama seperti aku sekarang ini
Aku betul-betul merasakan..dan memahami, sungguh berat semua itu bagimu dulu

Bapak,
Kau memang selalu tanpa kata-kata
kau selalu lebih banyak berbicara dengan bahasa tubuhmu
Tapi..sebenarnya kau itu cerewet sekali
jika topik yang dibicarakan membuatmu sangat tertarik

Bapak.....
Jangan kuatir tentang aku, juga tentang anak-anakmu yang lain
karena kami sebenarnya kuat dan mampu melewati semuanya
Apa yang kau alami dulu adalah pelajaran berharga
yang justru membuat kami menjadi tegar seperti sekarang

Bapak....bapakku sayang
kami mengenangmu selalu
sebagai sosok yang selalu menambil tempat di sudut, tapi selalu penuh perhatian
Sosok yang unik, cuek, seolah tak perduli, tapi sebenarnya penuh kasih

Bapak...bapakku sayang
tenanglah kau disana bersama Ibu
doa kami selalu untukmu berdua

alm Hari Sarwadji Soesatijo
wafat 2 desember 2002

Berani melangkah

Inilah saatnya, untuk mengambil keputusan berani
ketika semua kenyataan tidak lagi membuatku untuk tetap tinggal
inilah saatnya untuk mengambil keputusan berani
Yang bukan tanpa resiko

Yang sangat memberatkan adalah
wajah-wajah mereka, yang selalu membuatku hidup
keceriaan mereka yamg selalu mebuatku berarti
perhatian mereka yang selalu membuatku merasa begitu berharga
mereka adalah bungabunga masa depan..yang pada mereka kucoba membagi ilmu yang kupunya

Tapi,,,jika situasi sudah tidak lagi bersahabat..
ketika jati diri tidak lagi dianggap.....
inilah saatnya mengambil keputusan berani

Berani melangkah maju...walau penuh onak duri
berani melangkah maju...walau didepan jalan belum pasti
berat meninggalkan kalian bunga-bungaku...sungguh berat
tapi inilah jalan yang harus ku tempuh
karena tanpaku pun..kalian akan tetap tumbuh
dan nantinya berkembang besar dengan kemampuan kalian sendiri

Inilah saatnya berani melangkah, menghilangkan semua rasa takut
Inilah saatnya, menghadapi semua rasa takut
karena hanya dengan itu, harga diriku bisa kuambil kembali
dan melangkah dengan kepala tegak, tak akan menoleh kebelakang lagi

Andaikan

Kadang kita lelah, kadang kita berat melangkah...kadang rasa ingin dikasihani membuat pikiran positip menghilang.....aku adalah bagian dari orang seperti itu. saat diterpa masalah yang datang bertubi-tubi, dikatakan masalah harus diselesaikan satu persatu. tapi pada kenyataannya satu masalah belum selesai, muncul banyak masalah lain. Tapi itulah hidup.......sekarang apa yang harus dilakukan berusaha untuk tetap positip, dan menerima, sekali lagi m e n e r i ma. bahwa kita harus menghadapinya, bukannya menghindar. Berat...memang berat, tapi apa ada pilihan lain untuk itu? Aku cuma mencoba membuat diriku yakin, dan melihat masalah dari pespekif berbeda. Aku juga belajar untuk tidak menggantungkan apapun pada siapa pun, walau itu adalah orang terdekat kita, Keep the faith...cuma Alllah yang bisa memudahkan sesuatu yang dirasa sulit buat kita. karena bagiNYA tidak ada perkara sulit, semua seperti membalikkan tangan. Aku hanya berharap, DIA tidak pergi meninggalkan ku atau ignoring me. Keep the faith...always keep the faith bahwa pertolonganNYA akan segera datang...keep the faith..........kutundukkan kepalaku...aku berdoa padaMU untuk mendapat ijabahMU

Ceteris paribus

Pernah dengar tentang ceteris paribus? yang aku tahu, itu adalah suatu keadaan yang dianggap tetap ketika kita mengamati suatu fenomena alam. Nah.....kalau bicara hukum alam...ceteris paribus ini bisa diangaap sama pada berbagai gejala yang sejenis. Tapi bukan itu yang mau kubicarakan disini. Aku sedang berpikir.....bahwa mengamati tingkah laku manusia, sungguh tidak bisa digeneralisir, atau menetapkan suatu kondisi yang ceteris paribus berlaku umum. Mengapa? karena tiap orang punya ceteris paribus yang unik. Tidak pernah ada keadaan ideal, atau suatu yang dianggap ideal di masyarakat bisa diterapkan pada individu. Karena, tiap orang punya qadha dan qadarnya masing-masing. Setiap orang yang dilahirkan, tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan oleh keluarga ningrat, atau maling, atau tukang sapu misalnya. Dia harus menerima apa yang sudah digariskan sebagai suatu yang ceteris paribus bagi dirinya. Begitu juga jika berumah tangga, punya pasangan hidup...apakah dia kaya? miskin? rajin? malas? lembut atau main pukul?..adalah kondisi-kondisi yang akan ditemukan menjadikannya ceteris paribus lain yang harus diterima. Ketika melahirkan keturunan...ada kondisi ceteris paribus lain yang juga harus diterimanya, misalnya mendapat anak laki-laki atau perempuan, normal, genius atau idiot, sehat jasmani rohani atau cacat, dan sifat-sifat yang memang dibawanya sejak lahir.
Akhirnya...untuk bisa hidup dengan damai....berarti kita harus menerima kondisi ceteris paribus yang sudah ditetapkanNYA untuk diri kita masing-masing.Dengan memahami apa kondisi ceteris paribus kita....berati kita tahu dimana kita bisa mengambangkan diri dan berjuang untuk hidup selamat dunia akhirat.