Hmm, pengalaman kemarin, mungkin adalah hal biasa bagi orang tua lainnya, biasaaaa sekali....tapi buat aku, sungguh sebuah pengalaman yang mengesankan, karena memang sangat pribadi.
Pertama kalinya aku melihat, my special, unique son, the youngest one, jadi anggota paskibra di sekolahnya.
Sekali lagi, buat orang tua lain , hal ini adalah hal yang biasa banget, tapi...kemarin mataku berkaca-kaca, melihatnyamenggunakan seragam formal paskibra putih-putih, dia mendapat kepercayaan untuk memimpin barisan pengibar barisan....dia terlihat kecil dibanding teman-temannya, tapi dengan percaya diri dan suaranya yang lantang, dia memberi aba=aba barisan pengibar bendera. Upacara berlangsung dengan khidmat.........dia dan tim paskibranya berhasil menjalankan tugas dengan excellent. Bahkan pujian bukan hanya datang dari kami orang tua murid dan siswa lainnya, tapi juga dari ketua yayasan. Rasanya terbayar sudah latihan rutin sampai malam sebulan penuh ini.
Ini pertama kalinya aku melihat dia bisa fokus menjalankan sesuatu, dan sebuah bentuk keseriusan, yang selama ini tidak pernah kulihat darinya.
Apresiasi dan perghargaan itu berlanjut, ketika upacara selesai, barisan paskibra berbaris rapi meninggalkan tempat upacara, dari atas, mereka ditaburi bunga sebagai tanda apresiasi.
Sungguh aku terharu....apalagi ketika aku memeluknya untuk mengucapkan selamat....dan tanpa malu menciumnya......oh..my boy......kamu memang unik.
Sungguh, ini bukan hal istimewa bagi orang lain...tapi bagiku, seperti oasis ..ditengah semua kejadian....Subhanallah..terima kasih Ya Allah.
Jakarta, 18 agustus 2009
Tampilkan postingan dengan label notes this day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label notes this day. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Desember 2009
Kesadaran Baru
Akhirnya aku tahu...apa yang aku percayai selama ini mengenai nilai-nilai pertemanan, nilai-nilai etika, budaya organisasi, ternyata sangat naif......sangat superfisial, tak pernah aku mengira... orang-orang yang seharusnya menjunjung tinggi value, norma dan etika itu, justru yang menghancurkannya. praktek ketidak adilan, justru dicontohkan secara gamblang. Jadi sebenarnya yang sudah ditulis dalam buku-buku yang diterbitkan setiap tahun itu untuk apa? kalau hanya untuk sebuah bukti, bahwa semuanya itu hanya dipermukaan...bukan sesuatu yang memang lahir dari perenungan batin yang paling dalam? Munafik...mungkin itu adalah kata yang kasar untuk diucapkan.....tapi itulah yang ada.
Pembenaran melalui berbagai prosedur yang dilakukan, justru untuk melegalkan praktek kemunafikan berbungkus prosedur.
Belief not believe......., sungguh aku sangat naif...mempercayai sesuatu yang munafik seperti itu. Kecewa? so pasti......tapi itulah yang ditunjukkan Allah SWT padaku, dan aku bersyukur untuk itu, walaupun kesadaran itu baru terbuka setelah aku menjalaninya selama 16 tahun.........plus 2 tahun terakhir...yang penuh dengan tantangan. Inilah yang mau ditunjukkaNYA padaku....bahwa aku sebenarnya menggenggam bola api, bukan bola emas, yang siap membakarku kapan saja.
Sekarang aku harus melempar bola api itu ke comberan....walau saat ini seluruh telapak tanganku sudah terbakar....tapi itu akan sembuh, walaupun akan ada sisa luka disana sebagai tanda peringatan bagiku, bahwa hampir separuh hidup yang kujalani selama ini penuh kepura-puraan, tapi itu adalah bagian dari sejarah hidupku.
Ketika satu pintu tertutup bagiku...akan ada pintu-pintu lain yang akan terbuka...hanya saja aku masih tersesat dalam poses pencariannya
Jakarta, 7 Nov 2009
Pembenaran melalui berbagai prosedur yang dilakukan, justru untuk melegalkan praktek kemunafikan berbungkus prosedur.
Belief not believe......., sungguh aku sangat naif...mempercayai sesuatu yang munafik seperti itu. Kecewa? so pasti......tapi itulah yang ditunjukkan Allah SWT padaku, dan aku bersyukur untuk itu, walaupun kesadaran itu baru terbuka setelah aku menjalaninya selama 16 tahun.........plus 2 tahun terakhir...yang penuh dengan tantangan. Inilah yang mau ditunjukkaNYA padaku....bahwa aku sebenarnya menggenggam bola api, bukan bola emas, yang siap membakarku kapan saja.
Sekarang aku harus melempar bola api itu ke comberan....walau saat ini seluruh telapak tanganku sudah terbakar....tapi itu akan sembuh, walaupun akan ada sisa luka disana sebagai tanda peringatan bagiku, bahwa hampir separuh hidup yang kujalani selama ini penuh kepura-puraan, tapi itu adalah bagian dari sejarah hidupku.
Ketika satu pintu tertutup bagiku...akan ada pintu-pintu lain yang akan terbuka...hanya saja aku masih tersesat dalam poses pencariannya
Jakarta, 7 Nov 2009
Fatamorgana
Ada saat dalam kehidupan, dimana sebentuk angan bekembang menjadi obsesi. Obsesi itu menutup semua celah-celah logika dan hati nurani. Dan karena ketidakmampuannya menerima kenyataan yang ada, akhirnya obsesi itu menjadi keinginan yang tidak wajar lagi.
Obsesi mempunyai kehidupan yang ideal seperti yang ada di film-film, mungkin juga akhirnya menjadi keinginan yang tidak wajar. Hidup dalam angan-angan, berharap-harap, berpikir-pikir kapan angan-angan itu jadi kenyataan. Tapi sayangnya angan-angan itu toh tidak pernah sampai pada titik akhirnya....karena dia sebenarnya tidak nyata.
Semua membentuk fatamorgana.....ada tapi tidak nyata...dan kita tenggelam di dalamnya.
Dan ketika kita dipaksa bangun dari angan-angan itu....hamparan kekecewaan yang menyambutnya.
Akhirnya...jangan kita membuat angan-angan menjadi obsesi yang mengenggelamkan diri, karena itu akan membuat kita jadi manusia yang tidak berpijak pada kenyataan.
Obsesi mempunyai kehidupan yang ideal seperti yang ada di film-film, mungkin juga akhirnya menjadi keinginan yang tidak wajar. Hidup dalam angan-angan, berharap-harap, berpikir-pikir kapan angan-angan itu jadi kenyataan. Tapi sayangnya angan-angan itu toh tidak pernah sampai pada titik akhirnya....karena dia sebenarnya tidak nyata.
Semua membentuk fatamorgana.....ada tapi tidak nyata...dan kita tenggelam di dalamnya.
Dan ketika kita dipaksa bangun dari angan-angan itu....hamparan kekecewaan yang menyambutnya.
Akhirnya...jangan kita membuat angan-angan menjadi obsesi yang mengenggelamkan diri, karena itu akan membuat kita jadi manusia yang tidak berpijak pada kenyataan.
Ibu
Ibuku sayang.....ternyata sudah 7 tahun berlalu sejak kau pergi dari kami...... rasanya seperti kemarin semuanya terjadi....sebuah hari yang ingin sekali jika bisa kuhapus dari kenangan dan ingatan. Hari yang memisahkanmu dari kami.....hari dimana kau kembali padaNYA yan selalu mencintaimu.
Mom....,
itu panggilan manis yang sering kulafazkan..ketika suasana santai, sambil menggodamu yang sedang asyik menonton telenovela kesukaanmu. Ibuku yang cantik...yang sensitif, menggemari dedi mizwar, yang cepat panik...dan jika panik maka kumatlah asmanya....yang mencintai sepenuh hati semua anak dan cucu-cucunya......mengingatnya membuat hati menjadi hangat, hangat oleh rasa rindu.
Ibu sayang.....
kalau menyesal mengapa banyak hal yang tak kulakukan untukmu semasa kau ada...itu sudah pasti.......tapi...kepergiamu juga menjadi berakhinya semua kesedihan dan kepedihan yang pasti pernah ibu alami. Ibu damailah disana bersama Bapak......
kami disini bertekad tidak akan membuat kau kecewa...kami disini berjuang mewujudkan apa yang menjadi asamu untuk semua anak cucumu....
Ibu jangan kawatir...karena cobaan apapun bentuknya tidak akan membuat kami lemah,,,justru membuat kami semakin kuat.
Ibu..mengenangmu saat ini, bukan untuk membuat hati kami menjadi sedih atau mengingat-ingat kedukaan. Tapi...untuk selalu kuat dan bangga bahwa kau yang dipilhNYa untuk menjadi ibu kami....kau yang dipilihNYA untuk melahirkan kami, bahwa kau dengan segala kelebihan dan kekuranganmu..adalah Ibu kami.....ibu kami tercinta
Missing you Mom
24 mei 2009
Mom....,
itu panggilan manis yang sering kulafazkan..ketika suasana santai, sambil menggodamu yang sedang asyik menonton telenovela kesukaanmu. Ibuku yang cantik...yang sensitif, menggemari dedi mizwar, yang cepat panik...dan jika panik maka kumatlah asmanya....yang mencintai sepenuh hati semua anak dan cucu-cucunya......mengingatnya membuat hati menjadi hangat, hangat oleh rasa rindu.
Ibu sayang.....
kalau menyesal mengapa banyak hal yang tak kulakukan untukmu semasa kau ada...itu sudah pasti.......tapi...kepergiamu juga menjadi berakhinya semua kesedihan dan kepedihan yang pasti pernah ibu alami. Ibu damailah disana bersama Bapak......
kami disini bertekad tidak akan membuat kau kecewa...kami disini berjuang mewujudkan apa yang menjadi asamu untuk semua anak cucumu....
Ibu jangan kawatir...karena cobaan apapun bentuknya tidak akan membuat kami lemah,,,justru membuat kami semakin kuat.
Ibu..mengenangmu saat ini, bukan untuk membuat hati kami menjadi sedih atau mengingat-ingat kedukaan. Tapi...untuk selalu kuat dan bangga bahwa kau yang dipilhNYa untuk menjadi ibu kami....kau yang dipilihNYA untuk melahirkan kami, bahwa kau dengan segala kelebihan dan kekuranganmu..adalah Ibu kami.....ibu kami tercinta
Missing you Mom
24 mei 2009
Bapak
Bapak.....,
bapak sudah pergi 7 tahun yang lalu, tepat 6 bulan setelah ibu
Tapi....sosokmu yang tenang, diam tak banyak bicara masih selalu ada disetiap hari hari yang kulalui
terlebih sekarang ini.....ketika hati sedih, gundah gulana....ingin rasanya mendengar lagi suaranya yang selalu menenangkan
Bapak,,,,,,,,
aku mengalami apa yang kau alami dulu....
Pada saat-saat pedih itu, kau selalu melibatkanku
mengajakku kemanapun kau ingin pergi
kau butuh teman saat itu, persis sama seperti aku sekarang ini
Aku betul-betul merasakan..dan memahami, sungguh berat semua itu bagimu dulu
Bapak,
Kau memang selalu tanpa kata-kata
kau selalu lebih banyak berbicara dengan bahasa tubuhmu
Tapi..sebenarnya kau itu cerewet sekali
jika topik yang dibicarakan membuatmu sangat tertarik
Bapak.....
Jangan kuatir tentang aku, juga tentang anak-anakmu yang lain
karena kami sebenarnya kuat dan mampu melewati semuanya
Apa yang kau alami dulu adalah pelajaran berharga
yang justru membuat kami menjadi tegar seperti sekarang
Bapak....bapakku sayang
kami mengenangmu selalu
sebagai sosok yang selalu menambil tempat di sudut, tapi selalu penuh perhatian
Sosok yang unik, cuek, seolah tak perduli, tapi sebenarnya penuh kasih
Bapak...bapakku sayang
tenanglah kau disana bersama Ibu
doa kami selalu untukmu berdua
alm Hari Sarwadji Soesatijo
wafat 2 desember 2002
bapak sudah pergi 7 tahun yang lalu, tepat 6 bulan setelah ibu
Tapi....sosokmu yang tenang, diam tak banyak bicara masih selalu ada disetiap hari hari yang kulalui
terlebih sekarang ini.....ketika hati sedih, gundah gulana....ingin rasanya mendengar lagi suaranya yang selalu menenangkan
Bapak,,,,,,,,
aku mengalami apa yang kau alami dulu....
Pada saat-saat pedih itu, kau selalu melibatkanku
mengajakku kemanapun kau ingin pergi
kau butuh teman saat itu, persis sama seperti aku sekarang ini
Aku betul-betul merasakan..dan memahami, sungguh berat semua itu bagimu dulu
Bapak,
Kau memang selalu tanpa kata-kata
kau selalu lebih banyak berbicara dengan bahasa tubuhmu
Tapi..sebenarnya kau itu cerewet sekali
jika topik yang dibicarakan membuatmu sangat tertarik
Bapak.....
Jangan kuatir tentang aku, juga tentang anak-anakmu yang lain
karena kami sebenarnya kuat dan mampu melewati semuanya
Apa yang kau alami dulu adalah pelajaran berharga
yang justru membuat kami menjadi tegar seperti sekarang
Bapak....bapakku sayang
kami mengenangmu selalu
sebagai sosok yang selalu menambil tempat di sudut, tapi selalu penuh perhatian
Sosok yang unik, cuek, seolah tak perduli, tapi sebenarnya penuh kasih
Bapak...bapakku sayang
tenanglah kau disana bersama Ibu
doa kami selalu untukmu berdua
alm Hari Sarwadji Soesatijo
wafat 2 desember 2002
Berani melangkah
Inilah saatnya, untuk mengambil keputusan berani
ketika semua kenyataan tidak lagi membuatku untuk tetap tinggal
inilah saatnya untuk mengambil keputusan berani
Yang bukan tanpa resiko
Yang sangat memberatkan adalah
wajah-wajah mereka, yang selalu membuatku hidup
keceriaan mereka yamg selalu mebuatku berarti
perhatian mereka yang selalu membuatku merasa begitu berharga
mereka adalah bungabunga masa depan..yang pada mereka kucoba membagi ilmu yang kupunya
Tapi,,,jika situasi sudah tidak lagi bersahabat..
ketika jati diri tidak lagi dianggap.....
inilah saatnya mengambil keputusan berani
Berani melangkah maju...walau penuh onak duri
berani melangkah maju...walau didepan jalan belum pasti
berat meninggalkan kalian bunga-bungaku...sungguh berat
tapi inilah jalan yang harus ku tempuh
karena tanpaku pun..kalian akan tetap tumbuh
dan nantinya berkembang besar dengan kemampuan kalian sendiri
Inilah saatnya berani melangkah, menghilangkan semua rasa takut
Inilah saatnya, menghadapi semua rasa takut
karena hanya dengan itu, harga diriku bisa kuambil kembali
dan melangkah dengan kepala tegak, tak akan menoleh kebelakang lagi
ketika semua kenyataan tidak lagi membuatku untuk tetap tinggal
inilah saatnya untuk mengambil keputusan berani
Yang bukan tanpa resiko
Yang sangat memberatkan adalah
wajah-wajah mereka, yang selalu membuatku hidup
keceriaan mereka yamg selalu mebuatku berarti
perhatian mereka yang selalu membuatku merasa begitu berharga
mereka adalah bungabunga masa depan..yang pada mereka kucoba membagi ilmu yang kupunya
Tapi,,,jika situasi sudah tidak lagi bersahabat..
ketika jati diri tidak lagi dianggap.....
inilah saatnya mengambil keputusan berani
Berani melangkah maju...walau penuh onak duri
berani melangkah maju...walau didepan jalan belum pasti
berat meninggalkan kalian bunga-bungaku...sungguh berat
tapi inilah jalan yang harus ku tempuh
karena tanpaku pun..kalian akan tetap tumbuh
dan nantinya berkembang besar dengan kemampuan kalian sendiri
Inilah saatnya berani melangkah, menghilangkan semua rasa takut
Inilah saatnya, menghadapi semua rasa takut
karena hanya dengan itu, harga diriku bisa kuambil kembali
dan melangkah dengan kepala tegak, tak akan menoleh kebelakang lagi
Andaikan
Kadang kita lelah, kadang kita berat melangkah...kadang rasa ingin dikasihani membuat pikiran positip menghilang.....aku adalah bagian dari orang seperti itu. saat diterpa masalah yang datang bertubi-tubi, dikatakan masalah harus diselesaikan satu persatu. tapi pada kenyataannya satu masalah belum selesai, muncul banyak masalah lain. Tapi itulah hidup.......sekarang apa yang harus dilakukan berusaha untuk tetap positip, dan menerima, sekali lagi m e n e r i ma. bahwa kita harus menghadapinya, bukannya menghindar. Berat...memang berat, tapi apa ada pilihan lain untuk itu? Aku cuma mencoba membuat diriku yakin, dan melihat masalah dari pespekif berbeda. Aku juga belajar untuk tidak menggantungkan apapun pada siapa pun, walau itu adalah orang terdekat kita, Keep the faith...cuma Alllah yang bisa memudahkan sesuatu yang dirasa sulit buat kita. karena bagiNYA tidak ada perkara sulit, semua seperti membalikkan tangan. Aku hanya berharap, DIA tidak pergi meninggalkan ku atau ignoring me. Keep the faith...always keep the faith bahwa pertolonganNYA akan segera datang...keep the faith..........kutundukkan kepalaku...aku berdoa padaMU untuk mendapat ijabahMU
Ceteris paribus
Pernah dengar tentang ceteris paribus? yang aku tahu, itu adalah suatu keadaan yang dianggap tetap ketika kita mengamati suatu fenomena alam. Nah.....kalau bicara hukum alam...ceteris paribus ini bisa diangaap sama pada berbagai gejala yang sejenis. Tapi bukan itu yang mau kubicarakan disini. Aku sedang berpikir.....bahwa mengamati tingkah laku manusia, sungguh tidak bisa digeneralisir, atau menetapkan suatu kondisi yang ceteris paribus berlaku umum. Mengapa? karena tiap orang punya ceteris paribus yang unik. Tidak pernah ada keadaan ideal, atau suatu yang dianggap ideal di masyarakat bisa diterapkan pada individu. Karena, tiap orang punya qadha dan qadarnya masing-masing. Setiap orang yang dilahirkan, tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan oleh keluarga ningrat, atau maling, atau tukang sapu misalnya. Dia harus menerima apa yang sudah digariskan sebagai suatu yang ceteris paribus bagi dirinya. Begitu juga jika berumah tangga, punya pasangan hidup...apakah dia kaya? miskin? rajin? malas? lembut atau main pukul?..adalah kondisi-kondisi yang akan ditemukan menjadikannya ceteris paribus lain yang harus diterima. Ketika melahirkan keturunan...ada kondisi ceteris paribus lain yang juga harus diterimanya, misalnya mendapat anak laki-laki atau perempuan, normal, genius atau idiot, sehat jasmani rohani atau cacat, dan sifat-sifat yang memang dibawanya sejak lahir.
Akhirnya...untuk bisa hidup dengan damai....berarti kita harus menerima kondisi ceteris paribus yang sudah ditetapkanNYA untuk diri kita masing-masing.Dengan memahami apa kondisi ceteris paribus kita....berati kita tahu dimana kita bisa mengambangkan diri dan berjuang untuk hidup selamat dunia akhirat.
Akhirnya...untuk bisa hidup dengan damai....berarti kita harus menerima kondisi ceteris paribus yang sudah ditetapkanNYA untuk diri kita masing-masing.Dengan memahami apa kondisi ceteris paribus kita....berati kita tahu dimana kita bisa mengambangkan diri dan berjuang untuk hidup selamat dunia akhirat.
Langganan:
Postingan (Atom)
